22.00..
Angka dimana semua kalimat cinta berubah menjadi kalimat setan.
Angka dimana semua canda gurau berubah menjadi hal yang mengerikan.
Angka dimana kelembutan berubah menjadi kekerasan.
Angka dimana belaian manja berubah menjadi seperti binatang kerasukan.
22.00..
Angka dimana kalimat pujian berubah menjadi kalimat kebencian.
Angka dimana kasih sayang berubah menjadi seperti tak diharapkan.
Angka dimama rayuan manis menjadi pahit tak tertelan.
Angka dimana semua janji berubah menjadi penuh keingkaran.
22.00..
Aku tak pernah berfikir kenapa angka itu menjerumuskan.
Aku tak pernah berhayal angka itu akan membawa kesialan.
Aku tak pernah menyangka angka itu telah menghadirkan jutaan alasan, dan
Aku tak pernah sedikit pun berharap angka itu diciptakan.
Tapi, untuk yang kesekian, angka itu berhasil membuatku merasa kerinduan,
Yang teramat dalam, dan seluas lautan.
Angka itu juga yang berhasil membuat khayalan tentangmu menjadi seperti kenyataan.
Aku tak tau apa yang saat itu harus kulakukan,
Membuatku merasakan sesuatu yang tak bisa terungkapkan.
Aku hanya ingin hati ini dibebaskan dari semua tekanan,
Yang membuat kelakuan seperti hewan terperangkap jebakan. Ya, tak punya perlawanan.
~Sejenak aku lupakan tentang angka yang tak akan bisa menghentikan semua pertengkaran.~
Sampai saat ini aku hanya bisa pasrah mengharapkan kesetiaan darimu kawan.
Dan mungkin akan tetap menjadi kawan,
Yang akan duduk berdampingan denganku nanti di depan keramaian tamu undangan. Ya, di pelaminan.
Terima kasih sudah tahan sampai satu tahun empat bulan,
Sejak "jadian" di tanggal sembilan,
Hingga catatan ini kutuliskan.
-Sekian-
Hanya catatan kecil akhir pekan.
Dariku, Penuh harapan.
Untukmu, Kawan masa depan.
Risqa IWD

Komentar
Posting Komentar