Langsung ke konten utama

Trip Sibuatan

Sibuatan?? Apa itu? Kalo kata wikipedia, Sibuatan itu adalah nama gunung atau deleng dalam bahasa karo, yang ada di Sumatera Utara. Tepatnya terletak di Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Katanya sih puncaknya itu yang tertinggi di Sumatera Utara, kalo gak salah tingginya itu 2457 mdpl (meter di atas permukaan laut). Emang sih gak setinggi gunung-gunung di Jawa yang rata-rata ketinggiannya 3000an mdpl, tapi rasain aja dulu treknya gimana haha.
Oiya, Sibuatan ini bukan gunung aktif, dan termasuk salah satu anggota 3S versi Sumut, 3S yang terkenal itu ada di Jawa: Slamet, Sindoro, dan Sumbing. Nah, kalo di Sumut itu ada Sibayak, Sinabung, dan Sibuatan yang sekarang lagi kita bahas hihi.. Sibuatan ini termasuk gunung dengan curah hujan yang tinggi per tahunnya, sekitar 2000mm3 per tahunnya, disarankan jangan mendaki ke gunung ini saat musim hujan, bisa stress nanti haha.
Warga sekitar gunung ini umumnya bekerja sebagai petani sayuran atau buah-buahan. Mayoritas suku di desa ini adalah Batak dan Karo. Kata salah seorang petani desa yang pernah kutanya, dulunya desa ini dihuni orang-orang bermarga Sinaga dan Lingga, makanya sekarang desa ini bernama Nagalingga, begitulah..

Nah, langsung aja ke cerita perjalananku yang bermula dari keinginanku mendaki Sibuatan. Dua minggu sebelum berangkat aku mengajak beberapa kawanku untuk naik Sibuatan. Setelah capek ngajak sana-sini, terkumpulah 5 cowok dan 1 cewek yang siap main lumpur hahaha. Disitu ada aku sendiri, Karsa, Arif, Corry, Bang Anas dan Bang Irsan..
Trip ini dimulai tanggal 30 Desember 2014. Niatnya ingin tahunbaruan di puncak tertinggi Sumut, tapi.. ah sudahlah ikutin aja dulu ceritanya haha..
Tanggal 30 sore sekitaran jam 6 kami berangkat naik motor menuju desa Nagalingga. Jam 8 sampailah kami di Kota Berastagi, cuaca dingin wak naik motor dari Medan malam-malam, sayangnya gak ada yang meluk hha. Waktu itu kami putuskan untuk berkunjung ke rumah kawannya Bg Anas di Sidikalang, untuk makan malam sekalian istirahat untuk pendakian besok pagi. Sidikalang ini lokasinya 1 jam setelah Desa Nagalingga -_- jadi kami dingin-dingin tengah malam melewati tujuan yang seharusnya (Nagalingga). Tapi gak apa-apalah demi tidur nyaman di dalam rumah yang hangat kami paksa tembus ke Sidikalang, jam 1 malam kami sampai di rumah kawan Bg Anas itu, aku lupa namanya.. Taulah kalo udah ngumpul sama kawan ini, gak kenal malam lagi, abis makan bukannya istirahat, malah begadang sampe jam 4 pagi baru tertidur.. Gitu bangun udah jam 9 pagi aja, kami langsung sarapan dan buru-buru kembali ke Nagalingga sebelum jam 12 siang. Di sibuatan ini gak boleh mendaki lewat dari jam 12 siang, karena lama pendakian aja udah 8 jam, bahaya kalo kemalaman di jalan..
31 Des 2014, sampailah kami di pos Regristrasi Gunung Sibuatan kira-kira jam 11an lewat lah, letaknya di pinggir jalan di seberang rumah kepala desa. Lagi semangat-semangatnya mau naik, ternyata kami gak dikasih izin naik lagi karena kuota pendakian udah habis, mengingat itu menjelang tahun baru. Ternyata di sibuatan ini ada sistem booking onlline menjelang hari-hari besar, dan kami baru tau info itu..
Kami sempat berubah rencana malam tahunbaruan ke bukit Sipiso-piso yang gak jauh terletak dari Nagalingga, tapi mengingat karena tahun baru ya pasti bakal rame juga disana.
Kami regristrasi dengan membayar 10rb/orang dan 10rb/motor, nama kami semua di data dan kami diminta untuk meninggalkan 1 tanda pengenal untuk jaga-jaga dan akhirnya kami putuskan untuk bermalam di posko GEMPARI yang ada di kaki gunung Sibuatan dan lanjut mendaki keesokan harinya. Ternyata bukan cuma kami yang kecewa tidak bisa naik hari ini, masih banyak lagi pendaki yang senasib dengan kami..
Oke, lanjut besoknya tanggal 1 Januari 2015. Selamat tahun baru!!! Hahaha. Kami bersiap membongkar tenda dan menyerahkan semua peralatan, logistik, dll. ke petugas posko GEMPARI untuk dilakukan checklist peralatan dan makanan yang menghasilkan sampah. Setelah itu kami packing dan mulai jalan ke pintu rimba yang letaknya kira-kira 5 menit dari posko GEMPARI. Di pintu rimba ini kami mengisi stok air, karena cuma disinilah sumber air terakhir Gunung Sibuatan.
Pintu Rimba
Dari pintu rimba kami start mendaki jam 10 pagi menuju shelter 1, jalannya masih landai, dikelilingi pohon-pohon tinggi, kerenlah pokoknya haha. Setelah kurang lebih setengah jam, kami sampai di shelter 1, istirahat sebentar sambil ngisi tenaga, ada juga yang foto-foto. 
Shelter 2
Tenaga udah terkumpul, kami langsung tancap ke shelter 2, jalannya udah lumayan mendaki, tapi masih bisa lah sambil lari-lari hahaha. Waktu yang dibutuhkan sampai ke shelter 2 ini kira-kira 1 jam-an lah. Berhenti sebentar untuk foto-foto, dan langsung lanjut ke shelter 3. Perjalanan dari shelter 2 ke 3 ini memakan waktu kurang lebih 2 jam, medannya pun udah semakin susah. Tapi jalur menuju shelter 3 ini yang paling keren menurutku, sepanjang jalan kita melewati hutan lumut. Pokoknya 97% di depan mata warnanya hijau semua, penuh lumut, belum lagi ada banyak kantung semar (nepenthes) disini, kerenlah pokoknya.. Nah, akhirnya sampailah kami di shelter 3, kami istirahat dan makan roti sejenak untuk mengisi tenaga sebanyak-banyaknya.
Shelter 3
Karena jalur menuju shelter 4 inilah yang terkenal paling sulit dan paling lama. Jalur dengan kemiringan rata-rata 70-80 derajat, dengan dipenuhi lumpur setinggi mata kaki. Itulah yang membuat stress kalo naik Sibuatan waktu musim hujan. Sekali melangkah, kaki tenggelam lengket di lumpur, ahh..peninglah. Di perjalanan kami bertemu kawan-kawan pendaki lain yang mau turun abis malam tahunbaruan di puncak. Kami pun mulai jalan dari shelter 3 menuju shelter 4, gak usah diceritakanlah ya, coba aja sendiri hahaha. Setelah 3 jam-an kami pun tiba di shelter 4. Istirahat sebentar sambil foto-foto lagi haha. Langsung kami lanjut ke shelter 5 atau puncak explorer. Jalurnya gak sesulit jalur menuju shelter 4, tapi bisalah nguras hati dan perasaan hahaha. Tumbuh-tumbuhan menuju shleter 5 ditandai dengan tumbuhan perdu-perduan setinggi pinggang orang dewasa. Setelah kurang lebih 1 jam, kami sampai di shelter 5. 
Gak jauh dari shelter 5 ada camp arena, disinilah kami mendirikan tenda bersiap bersih-bersih diri terus makan malam dan istirahat untuk melanjutkan perjalanan besok pagi ke Puncak Sibuatan. Zzz..dan kami tertidur..
2 Januari 2015, jam 7 pagi kami bangun dan siap-siap untuk sarapan. Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan ke pilar Sibuatan. Hanya kami berempat yang pergi, Arif dan Corry tidak ikut, mungkin lagi gak mood hahah. Dengan berbekal air minum 1 botol besar pun kami tancap menuju puncak. Sekitar 30 menit kami sampai di puncak dan seperti biasa, langsung foto-foto. Sekitar 1 jam kami berada di puncak, kami langsung turun menuju tenda. Jam 11 kami sampai di tenda, langsung bersiap packing untuk turun ke desa Nagalingga. Sekitar jam 12 kami mulai turun dai shelter 5. Perjalanan turun gak sesulit perjalanan naik pastinya haha, kami memakan waktu sekitar 5 jam untuk sampai di posko GEMPARI. Sesampainya di posko, kami langsung melapor untuk diperiksa barang bawaan dan sampah yang dibawa turun, selagi nunggu diperiksa, kami sempatkan istirahat sebentar. Kira-kira jam 7 malam kami berangkat dari posko itu menuju posko registrasi untuk melapor dan mengambil KTP. Setelah semua proses selesai, kami langsung tancap pulang menuju Medan, kurang lebih jam 11 malam kami sampai di Medan, dan....MANDI TIDUR..


Biaya ke Sibuatan kalo naik Dairi Transport (terminalnya di depan Citra Garden)
Ongkos PP Desa Nagalingga Rp. 70.000/orang
Uang retribusi Sibuatan Rp. 10.000/orang



Cukup Rp. 80.000 aja, sisanya beli makanan, minuman, rokok, dll. Rp. 150.000 aja udah bisa sampe puncak tertinggi Sumut Hahaha..

Berikut foto-foto kami:
Aku sama Bang Anas di Shelter 5

Bang Anas di Shelter 5

Aku sama Corry

Arif
Karsa (kiri) dan Bang Irsan di Puncak Explorer
Bang Irsan
Karsa di tenda, Camp Arena
Aku di tenda, Camp Arena
Bang Anas (kiri) dan Bang Irsan di Camp Arena
Aku, Karsa, Bang Anas dan Bang Irsan di Puncak
Aku, Karsa, Bang Anas dan Bang Irsan di Pilar Puncak
Jalan pulang menuju Shelter 4

Cukup sekian lah cerita Sibuatan yang pertama ya.. Maaf kalo kurang lengkap tulisan sama foto-fotonya hehe..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia.. (Bagian 1)

Beberapa waktu lalu aku udah nulis tentang diriku, sekarang tentang dia lah dulu ya, ngilangin suntuk gak ada kerjaan haha.. Sekitar 3 bulan lalu, tepatnya pada tanggal 29 Agustus 2015 adalah hari kedua pmb fisip usu dilaksanakan. Ruang A 1/6 adalah tempat yang disediakan oleh pema fisip usu untuk jurusan kami. Di hari kedua ini, pmb dipegang oleh masing-masing jurusan, yang mana di hari sebelumnya pema lah yang menghandle pmb fisip ini. Seperti biasanya dari tahun ke tahun, senior dan alumni lah yang berkuasa penuh atas pmb ini. Sesuka hati mereka memerintah mahasiswa baru. Ada yang di suruh beli rokok sebungkus tapi cuma memberikan uang 2000, ada yang disuruh pijitin badan, masih banyak lah yang lain.. Oke, lanjut ke ceritaku tentang dia. Selain niatanku datang pmb untuk mengenali wajah-wajah baru juniorku, ada niatan lain yang sedikit lebih substansi, mencari cewek hahaha. Karena di jurusanku ini jarang ada mahasiswa yang cantik, kata senior-seniorku dulu. Otakku mul...

Dia.. (Bagian 2)

Awas buang-buang waktu baca ini... Flashback 2 tahun lalu, tepatnya tanggal 26 November 2015, saat dimana tulisan tentang "Dia" bagian yang pertama kuposting di blog ini. Waktu itu aku masih cerita tentang 4 fase yang aku pakai untuk pdkt dengan dia. Nama fasenya biasa aku sebut dengan KDJP (Kenalan, Dekat, Jadian, Putus). Terakhir, udah 2 fase yang aku tuntaskan waktu itu. Fase pertama yaitu “Kenalan” dan fase kedua yaitu “Dekat”. Sebenarnya, sewaktu membuat tulisan itu aku sudah masuk ke fase ketiga yaitu “Jadian”, tepatnya di tanggal 9 November 2015. Tapi waktu itu aku milih gak ngelanjutin tulisannya, cukup sampai di 2 fase aja. Mungkin baru sekarang aku bisa ngelanjutin tulisan tentang sisa-sisa fase yang belum kuceritakan. Nah, masuk ke fase J setelah ngelewatin cukup banyak halangan yang udah diceritakan di tulisan bagian pertama. Kami masih kaku, masih takut dan malu-malu untuk ketemuan berdua di sekitaran kampus. Kami cuma akrab dan dekat di sosmed aja, di LINE ...

22.00 Sekian

22.00.. Angka dimana semua kalimat cinta berubah menjadi kalimat setan. Angka dimana semua canda gurau berubah menjadi hal yang mengerikan. Angka dimana kelembutan berubah menjadi kekerasan. Angka dimana belaian manja berubah menjadi seperti binatang kerasukan. 22.00.. Angka dimana kalimat pujian berubah menjadi kalimat kebencian. Angka dimana kasih sayang berubah menjadi seperti tak diharapkan. Angka dimama rayuan manis menjadi pahit tak tertelan. Angka dimana semua janji berubah menjadi penuh keingkaran. 22.00.. Aku tak pernah berfikir kenapa angka itu menjerumuskan. Aku tak pernah berhayal angka itu akan membawa kesialan. Aku tak pernah menyangka angka itu telah menghadirkan jutaan alasan, dan Aku tak pernah sedikit pun berharap angka itu diciptakan. Tapi, untuk yang kesekian, angka itu berhasil membuatku merasa kerinduan, Yang teramat dalam, dan seluas lautan. Angka itu juga yang berhasil membuat khayalan tentangmu menjadi seperti kenyataan. Aku tak tau apa ya...