Langsung ke konten utama

Dunia Belakang

Ini pertama kalinya aku buat tulisan, tahun 2016. Udah setahun juga blog ini jomblo gak ada yang ngisi, haha..
Nah, kali ini aku mau berbagi tentang duniaku di halaman belakang rumah, tempat dimana aku biasanya cari inspirasi kalo lagi bosan, tempat liat sunset menjelang maghrib, apalagi pas nunggu buka puasa hahaha..
Yang paling sering kukerjakan di halaman belakang rumah itu, biasanya aku kalo bosan suka berburu serangga, atau makhluk-makhluk kecil yang ada disitu. Bukan untuk dipelihara atau dimakan -_- tapi untuk difoto. Karena cuma itu yang bisa difoto di halaman belakang rumahku, kebetulan aku suka juga sama aliran foto makro walaupun masih cacat hahaha..
Banyak sih serangga disitu. Tapi, ya taulah kalo serangga itu lasaknya minta ampun, apalagi kalo mau difoto makro, kita bernafas dikit aja bisa lari tuh serangga. Kan gak lucu kalo ada berita di koran "Seorang mahasiswa ditemukan tewas mengenaskan gara-gara kelamaan tahan nafas pada waktu memotret serangga." Akhirnya belum ada satu pun serangga kecil yang berhasil kufoto. Gak ada serangga, amfibi pun jadi haha. Ada kodok yang ukurannya cukup kecil, dua kali sebesar jempol tangan lah kira-kira ukurannya. Susah juga ngambil gambarnya, karena kodok ini tipe hewan yang penakut kayanya -_- baru didekatin udah lompat sana-sini, untung aja dia gak kencing, kena mata bisa buta kalo kata orang haha.
Oh iya sebelumnya, kenapa aku tertarik sama foto makro ini?? Menurutku foto makro ini bisa ngasihtau kita kalo ada kehidupan lain di dunia ini, ya kehidupan yang mungkin kita gak bisa lihat cuma dengan bantuan mata aja. Liat aja di google contoh foto makro..

Satwa liar belakang rumah haha..

Itu satu-satunya foto yang berhasil aku dapat, 1 jam lebih juga nunggu kodok itu ada di posisi yang pas. Biar tonenya itu "ciamik" kalo kata penghuni forum fotografer.net hahaha. Soalnya waktu itu lagi siang bolong, matahari lagi terik-teriknya. Susah ngatur posisi kodok di tempat yang pas, mau dipegang geli hahaha.
Sebelumnya, itu foto aku ambil pake alat seadanya. Cuma modal dslr sama lensa kit 18-55, standar -_-
Karena kalo beli lensa makro harganya cek sendiri di google, ada juga cara lain, pake extension tube, atau bisa juga pake filter makro. Tapi tetap aja harus keluar biaya hahaha.
Pake alat standar tanpa alat tambahan kok bisa dapet foto makronya?? Hahaha, itu triknya aku liat di youtube. Caranya, lensa dilepas dari body kamera, trus dibalik. Yaudah tinggal foto, tapi harus hati-hati, jangan sampe lensa kotor kena debu hihii, harus sabar yang paling penting..
Nih detail fotonya:
Aperture: f/0
ISO: 800
Speed: 1/100

Kalo menurutku, foto makro ini modalnya fokus aja, pas atau gak anglenya, itu nomor dua hahaha, beda sama foto landscape, posisi ROT (Rule Of Third) yang diutamakan. Biasanya kalo foto jarak dekat yang objeknya hewan atau orang, fokusnya itu ke mata. Terus kalo mau buat latarnya jadi blur gitu ya lepas aja lensanya terus dibalik. Soalnya lensa kit 18-55 mm cuma bisa f/3.5 angka terendahnya, makin rendah angkanya, makin blur latarnya. Kalo lensa dilepas terus dibalik kan bisa dapet f/0 hahaha.

NB: Kenapa aperturenya itu bisa f/0, sedangkan di lensa kit 18-55 mm itu aperturenya f/3.5 - 5.6, karena lensanya di lepas, gak terhubung ke body kamera, jadi gak kebaca aperturenya..

Gitulah kira-kira triknya untuk foto makro tanpa biaya alias gratisss :D

Kegilaanku di belakang rumah bukan cuma foto aja, video juga ada. Nih tonton dulu contoh videonya, pemerannya artis mahal tu hahaha.
Jangan lupa juga buka videonya dari youtube, trus like dan subscribe channelnya hohoho..

                 

Video ini sebenarnya udah lama dibuat, sekitar bulan Juli tahun 2015 lah..
Awalnya seperti biasa, aku ke belakang rumah untuk nyari serangga, tapi entah kenapa tiba-tiba aku terpikir untuk buat video gara-gara waktu itu aku lagi sama Danis, adikku paling kecil..
Tanpa pikir panjang, langsung aku suruh dia beraksi seperti di dalam video itu, tanpa rencana, tanpa skenario, tanpa apa-apa, dan hasilnya pun gak tau entah apa maksudnya hahaha. Sebelumnya, video itu direkam cuma pake 1 kamera. Sekitar 20 kali take dalam waktu 2 jam cuma untuk buat video 1 menit yang gak seberapa itu -_- Kasihan juga si Danis harus bolak-balik ngulang adegan, lari sana-sini hahaha. Tapi biarlah, namanya juga anak-anak gak ada capeknya haha..
Banyak yang kurang dalam video itu, kameranya kebanyakan goyang gara-gara gak pake steadycam, terus gerakannya agak berbayang keliatannya, karena pengaturan kameranya agak salah sedikit. Speednya itu aku buat 1/40 kalo gak salah. Seharusnya pake rumus: Speed = FPS x 2. Jadi gini, kalo FPS (Frame per second) 24, dikali 2 jadi 48. Harusnya speednya itu minimal aku buat 1/60 biar hasilnya bagus gak berbayang-bayang kaya video di atas. Mau direkam ulang, si Danis gak mau lagi, udah jera katanya capek lari sana-sini, ngulang-ngulang terus hahaha yaudah terima aja apa yang ada.
Proses editnya gak butuh waktu lama, sekitar 45 menit lah :D pake Software andalan, Sony Vegas Pro 11.0 (udah kupromosikan nih Gas) hahaha, musiknya juga aku download dari youtube creator studio, musiknya gratis ya disediakan sama youtube, aku gak ngambil hak cipta orang tanpa izin hahaha. Kalo mau nonton filmnya, tunggu aja rilis tahun 2099, oke?? Haha..

Ya gitulah kira-kira duniaku di belakang rumah, tempat nyari inspirasi paling dekat dari rumah, gak perlu jauh-jauh ke gunung sana haha..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia.. (Bagian 1)

Beberapa waktu lalu aku udah nulis tentang diriku, sekarang tentang dia lah dulu ya, ngilangin suntuk gak ada kerjaan haha.. Sekitar 3 bulan lalu, tepatnya pada tanggal 29 Agustus 2015 adalah hari kedua pmb fisip usu dilaksanakan. Ruang A 1/6 adalah tempat yang disediakan oleh pema fisip usu untuk jurusan kami. Di hari kedua ini, pmb dipegang oleh masing-masing jurusan, yang mana di hari sebelumnya pema lah yang menghandle pmb fisip ini. Seperti biasanya dari tahun ke tahun, senior dan alumni lah yang berkuasa penuh atas pmb ini. Sesuka hati mereka memerintah mahasiswa baru. Ada yang di suruh beli rokok sebungkus tapi cuma memberikan uang 2000, ada yang disuruh pijitin badan, masih banyak lah yang lain.. Oke, lanjut ke ceritaku tentang dia. Selain niatanku datang pmb untuk mengenali wajah-wajah baru juniorku, ada niatan lain yang sedikit lebih substansi, mencari cewek hahaha. Karena di jurusanku ini jarang ada mahasiswa yang cantik, kata senior-seniorku dulu. Otakku mul...

Dia.. (Bagian 2)

Awas buang-buang waktu baca ini... Flashback 2 tahun lalu, tepatnya tanggal 26 November 2015, saat dimana tulisan tentang "Dia" bagian yang pertama kuposting di blog ini. Waktu itu aku masih cerita tentang 4 fase yang aku pakai untuk pdkt dengan dia. Nama fasenya biasa aku sebut dengan KDJP (Kenalan, Dekat, Jadian, Putus). Terakhir, udah 2 fase yang aku tuntaskan waktu itu. Fase pertama yaitu “Kenalan” dan fase kedua yaitu “Dekat”. Sebenarnya, sewaktu membuat tulisan itu aku sudah masuk ke fase ketiga yaitu “Jadian”, tepatnya di tanggal 9 November 2015. Tapi waktu itu aku milih gak ngelanjutin tulisannya, cukup sampai di 2 fase aja. Mungkin baru sekarang aku bisa ngelanjutin tulisan tentang sisa-sisa fase yang belum kuceritakan. Nah, masuk ke fase J setelah ngelewatin cukup banyak halangan yang udah diceritakan di tulisan bagian pertama. Kami masih kaku, masih takut dan malu-malu untuk ketemuan berdua di sekitaran kampus. Kami cuma akrab dan dekat di sosmed aja, di LINE ...

22.00 Sekian

22.00.. Angka dimana semua kalimat cinta berubah menjadi kalimat setan. Angka dimana semua canda gurau berubah menjadi hal yang mengerikan. Angka dimana kelembutan berubah menjadi kekerasan. Angka dimana belaian manja berubah menjadi seperti binatang kerasukan. 22.00.. Angka dimana kalimat pujian berubah menjadi kalimat kebencian. Angka dimana kasih sayang berubah menjadi seperti tak diharapkan. Angka dimama rayuan manis menjadi pahit tak tertelan. Angka dimana semua janji berubah menjadi penuh keingkaran. 22.00.. Aku tak pernah berfikir kenapa angka itu menjerumuskan. Aku tak pernah berhayal angka itu akan membawa kesialan. Aku tak pernah menyangka angka itu telah menghadirkan jutaan alasan, dan Aku tak pernah sedikit pun berharap angka itu diciptakan. Tapi, untuk yang kesekian, angka itu berhasil membuatku merasa kerinduan, Yang teramat dalam, dan seluas lautan. Angka itu juga yang berhasil membuat khayalan tentangmu menjadi seperti kenyataan. Aku tak tau apa ya...